Pencarian

Jumat, 12 Juni 2026

Kemenangan Dengan Jihad di Jalan Allah

Allah telah mengutus Rasulullah SAW ke alam dunia untuk menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia dalam beribadah kepada Allah. Hendaknya seluruh umat manusia mengikuti jejak langkah beliau SAW dengan membentuk akhlak al-karimah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan mengikuti Rasulullah SAW, seseorang akan menemukan jalan untuk kembali kepada Allah menjadi hamba yang didekatkan.

Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk berjihad di jalan Allah.

﴾۰۲﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
﴾۱۲﴿يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ
(20) orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (21) Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kenikmatan yang menetap QS At-Taubah : 20-21)

Setiap orang harus berusaha mengenali jalan jihad masing-masing hingga mengenali jihad di jalan Allah dengan baik. Jalan Allah adalah jalan yang dikenali oleh orang-orang yang mengenal kehendak Allah, yang diperoleh orang yang telah beriman dan telah berhijrah. Berjihad di jalan Allah adalah bersungguh-sungguh melakukan usaha untuk menunaikan kehendak Allah atas diri manusia. Jihad di jalan Allah tidak hanya ditunaikan oleh orang-orang yang secara pasti mengenal kehendak Allah atas diri mereka, karena orang-orang yang mengikuti langkah jihad di jalan Allah juga akan dihitung sebagai berjihad di jalan Allah selama niatnya ikhlas untuk Allah sedangkan mereka mengetahui tuntunan-tuntunan dari firman Allah dan sunnah Rasulullah SAW terkait dengan jihad yang mereka lakukan. Sebaliknya sekalipun mengikuti jihad bersama Rasulullah SAW di jalan Allah, seseorang yang niatnya tidak benar akan tetap menjadi orang yang celaka sekalipun ia terbunuh dalam jihad itu.

Syarat-Syarat Kemenangan

Terdapat dua keadaan yang menjadi syarat agar suatu jihad menjadi jihad di jalan Allah, yaitu beriman dan berhijrah. Dengan terpenuhinya kedua syarat tersebut, jihad yang dilakukan suatu kaum akan menjadi lurus sehingga efektif mendatangkan hasil-hasil berupa kebaikan. Banyak orang yang berjihad tetapi keimanan mereka atau yang mereka ikuti hanya lemah, maka jihad mereka tidak mendatangkan hasil yang baik. Mungkin suatu kaum sibuk melakukan banyak amal-amal yang dipandang baik, tetapi amal-amal mereka tidak menyentuh akar masalah yang dihadapi. Keimanan yang lurus dan hijrah akan menjadikan jihad oleh suatu kaum mendatangkan kebaikan dengan efektif.

Orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka akan mempunyai derajat yang tinggi di sisi Allah. Normalnya, tingginya derajat manusia di sisi Allah juga akan menampakkan ketinggian derajat mereka dalam pandangan manusia. orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad di jalan Allah akan tampak sebagaimana layaknya orang-orang yang berpengetahuan dengan cahaya keimanan mereka, sedemikian mereka dapat mensikapi peristiwa-peristiwa yang terjadi secara tepat sesuai dengan cahaya Allah yang mereka pahami. Mereka bukan orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan terhadap peristiwa-peristiwa di alam kauniyah hingga bisa bisa dipermainkan. Walaupun demikian, mungkin saja tingginya derajat di sisi Allah itu ditutupi dengan suatu fitnah, terutama bagi pandangan umat manusia yang akalnya lemah.

Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Manakala seluruh syarat berjihad di jalan Allah sebagaimana tersebut di atas telah dipenuhi oleh kaum mukminin, mereka akan menjadi orang-orang yang memperoleh kemenangan. Mungkin banyak orang beriman yang merasa telah berjihad di jalan Allah akan tetapi tidak tampak bagi mereka tanda-tanda kemenangan, maka seharusnya mereka memeriksa kembali persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam jihad mereka. Setiap orang hendaknya memeriksa keimanan mereka, memeriksa hijrah mereka, memeriksa apa yang mereka anggap sebagai jalan Allah, memeriksa infaq dari harta mereka dan memeriksa keikhlasan mereka dalam melaksanakan jihad. Adanya kekuorangan dalam syarat-syarat yang harus dipenuhi akan menjadikan jihad tidak mendatangkan kemenangan.

Suatu jihad di jalan Allah bukan berbentuk suatu usaha coba-coba, tetapi usaha yang dilakukan di atas suatu pengetahuan berdasarkan keimanan. Pengetahuan demikian bersifat mudah dipahami oleh orang yang ingin mengikuti. Mungkin ada orang yang mengingkari karena tidak ada keinginan kembali kepada Allah, akan tetapi sebenarnya pengetahuan demikian itu bukan sesuatu yang bisa diperdebatkan. Orang yang mengenal jalan Allah akan memahami firman-firman Allah terkait langkah yang harus dilakukan. Manakala suatu jihad dilakukan di atas kebutaan terhadap langkah yang dituntun Allah, jihad itu bukan jihad di jalan Allah. Setiap jihad di jalan Allah dilakukan dengan pengetahuan berdasar keimanan. Dalam hal ini, keimanan bukan hanya rasa percaya, tetapi juga pengetahuan dan keyakinan tentang adanya kebaikan pada hal-hal yang menjadi objek keimanan. Percaya adanya Allah saja belum tentu menunjukkan seseorang beriman kepada Allah. Iman kepada Allah ditunjukkan dengan adanya pengetahuan dan keyakinan tentang kehendak Allah yang mengarahkan diri mereka pada kebaikan. Keimanan terhadap kitabullah ditunjukkan dengan pengetahuan terhadap kandungan ayat demi ayat kitabullah, bukan sekadar mempercayai bahwa Alquran adalah firman yang diturunkan Allah. Langkah jihad di jalan Allah hanya dilakukan di atas pengetahuan dari cahaya Allah. Mungkin banyak orang berjihad untuk suatu kebaikan tetapi sebenarnya belum mencapai jihad di jalan Allah, maka jihad mereka tidak mendatangkan kemenangan.

Salah satu penyakit besar yang berpotensi besar menghalangi umat untuk berjihad di jalan Allah yang umum terjadi diantaranya berupa keengganan menggunakan akal untuk memahami penjelasan-penjelasan tuntunan Allah. Sebagian orang beriman tidak mau membuka mata terhadap persoalan umat yang terjadi, tidak mau memasang telinga untuk mendengar ayat Allah yang dijelaskan kepada mereka bahkan kala terkait peristiwa kauniyah, tidak pula menggunakan hati untuk memahami ayat-ayat Allah yang harus diperjuangkan. Mereka berjuang untuk urusan yang hinggap dalam benak mereka sendiri tanpa merasa perlu memahami masalah yang terjadi menurut tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Amal yang terbentuk dari orang yang berpenyakit demikian seringkali berupa kesibukan yang banyak akan tetapi tidak menyentuh masalah yang terjadi. Mereka seolah-olah banyak beramal shalih tetapi tidak mendatangkan hasil yang semestinya, dan sebenarnya mereka jauh dari kemenangan. Banyak muslim atau mukmin yang tidak mempunyai perhatian terhadap penjelasan-penjelasan terkait tuntunan kitabullah karena merasa telah mempunyai pengetahuan tentang jalan Allah.

Faktor kemenangan yang terbesar bagi orang yang berjihad di jalan Allah itu sendiri berupa terangnya jalan karena pengetahuan berdasar keimanan. Mungkin seseorang mati syahid dalam jihadnya sebelum mencapai kemenangan di alam dunia, akan tetapi kematiannya itu sendiri merupakan kemenangan bagi mereka. Alam setelah kematian akan menjadi terang benderang bagi mereka, lebih terang daripada terangnya pengetahuan mereka sebelumnya dalam kehidupan di alam dunia. Manakala seseorang tidak meninggal dalam jihad di jalan Allah, mereka akan selalu melihat jalan yang terang dalam jihadnya di jalan Allah berdasarkan tuntunan cahaya Allah, hingga mereka bisa memperoleh kemenangan di alam dunia melalui jihad mereka. Manakala suatu kaum berjihad di jalan Allah dalam kegelapan, mungkin mereka belum benar-benar menghayati tuntunan Allah bagi jihad mereka. Jihad di jalan Allah dilakukan dengan suatu pandangan berdasarkan pengetahuan yang terang.

Faktor kemenangan lain yang harus diperhatikan adalah jihad dengan sepenuh jiwa dan infaq dengan harta. Orang yang telah mempunyai pengetahuan atau penglihatan tentang jalan Allah harus bersungguh-sungguh “menjual” dirinya kepada Allah untuk melaksanakan jihad di jalan Allah. Hal ini harus dilakukan apabila seseorang telah melihat jalan Allah berdasarkan cahaya Allah yang dipahami, baik dengan pikirannya ataupun akalnya. Sangat banyak hal yang mungkin akan menghalangi seseorang “menjual” dirinya. Keinginan terhadap keinginan duniawi merupakan penghalang yang ada dalam diri setiap manusia. Selain itu mungkin umat akan menghalangi. Mungkin keluarga akan selalu mengajukan tuntutan nafkah bagi mereka sedemikian seseorang tidak bisa sepenuhnya berjihad di jalan Allah. Dalam hal keluarga, sebenarnya keluarga perlu disertakan dalam jihad dengan membentuk bayt untuk meninggikan dan mendzikirkan asma Allah, akan tetapi mungkin saja pembinaan demikian tidak berhasil dilakukan sedemikian upaya “menjual” nafs untuk jihad di jalan Allah menjadi terhambat. Ini akan mempengaruhi terwujudnya kemenangan. Demikian pula masyarakat luas mungkin mendatangkan halangan bagi seseorang untuk menjual diri mereka kepada Allah, dan menghalangi datangnya kemenangan.

Infaq dalam bentuk harta merupakan faktor kemenangan dalam jihad di jalan Allah yang mudah dipahami oleh manusia secara umum. Setiap usaha akan membutuhkan modal usaha, dan modal ini harus dikelola oleh kaum mukmin dengan sebaik-baiknya sebagai pelancar melaksanakan jihad di jalan Allah. Sebenarnya ada sedikit perbedaan pandangan antara masyarakat umum tentang modal dengan infaqa orang yang berinfaq di jalan Allah. Infaq di jalan Allah merupakan harta yang akan ditumbuhkan Allah sebagai kebaikan-kebaikan di semesta alam. Bila hanya sedikit infaq yang diberikan di jalan Allah, akan sedikit pula kebaikan yang tumbuh, walaupun tetap saja harta itu dilipatgandakan sebagai kebaikan. Yang penting diperhatikan oleh orang yang berinfaq, pertumbuhan atau pelipatgandaan kebaikan yang akan muncul dari harta yang diinfaqkan akan ditentukan oleh bentuk jihad yang dilakukan oleh pemakai infaq. Manakala infaq diberikan kepada orang-orang munafiq, mungkin harta infaq yang diberikan hanya akan hangus atau membakar balik tidak tumbuh sebagai kebaikan. Infaq yang digunakan untuk kebaikan akan mendatangkan kebaikan dalam lipatganda tertentu. Infaq yang sebaik-baiknya adalah yang diberikan untuk jihad di jalan Allah. Infaq demikian akan tumbuh menjadi kebaikan yang sebaik-baiknya. Kadangkala umat memberikan infaq yang besar pada urusan-urusan yang tidak penting dan justru membiarkan jihad di jalan Allah tidak memperoleh infaq, sedangkan jihad itu yang akan melipatgandakan kebaikan paling besar dari infaq yang diberikan.

Berbagai Ladang Jihad

Dunia islam saat ini kebanyakan mungkin bisa dikatakan berada dalam ketiak orang-orang musyrik. Negara masyarakat muslim yang besar ini harus memberikan upeti kepada pihak asing dengan menyerahkan pengelolaan berbagai harta kekayaan alam, sedangkan masyarakat bangsanya sendiri hidup dalam kemiskinan. Pemerintah harus menyediakan fasilitas untuk militer asing agar tidak diguncang dengan pergantian penguasa. Keadaan demikian merupakan bentuk kegelapan yang seharusnya tersingkap dengan keimanan, dan dihilangkan dengan jihad di jalan Allah. Ini bukan persoalan yang sepenuhnya merupakan kesalahan orang-orang yang haus akan kekuasaan, tetapi juga dipengaruhi oleh pembinaan di antara kaum muslimin dan mukminin. Bila masyarakat muslim dan mukmin dapat melihat jalan Allah kemudian mereka beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, bangsa muslim akan menjadi bangsa yang memperoleh derajat yang tinggi dan memperoleh kemenangan.

Sayangnya tampaknya hal demikian belum terjadi. Kebanyakan muslimin hanya dapat berkeluh kesah tentang kesulitan yang menimpa diri mereka tanpa mengetahui jalan keluar yang dapat diusahakan. Kitabullah yang bisa memberikan penjelasan tentang keadaan mereka tidak tersentuh kandungannya oleh kebanyakan muslim. Ada sebagian muslimin tidak mengetahui jalan untuk memahami, sebagian yang mengetahui jalan merasa malas untuk memahami hanya mengikuti persangkaan kebenaran yang telah terbentuk, sebagian yang bersemangat berjihad hanya memperturutkan pikiran sendiri. orang-orang yang bisa memahami justru tidak dihiraukan. Kebanyakan masyarakat muslimin dan mukminin hanya mengikuti perkataan orang-orang yang mereka pandang benar tanpa berusaha mengikuti tuntunan kitabullah. Dengan berbagai keadaan, tuntunan kitabullah tentang keadaan yang terjadi atas diri kaum muslimin itu menjadi tidak tersentuh, maka kaum muslimin hanya dapat mengeluh tentang keadaan mereka.

Apabila masyarakat muslim mau mengikuti ajaran yang dapat menyentuh tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW secara benar, mereka sebenarnya akan mengetahui jalan Allah, dan mereka akan memperoleh jalan untuk berjihad di jalan Allah. Jihad di jalan Allah itulah yang akan mengantarkan kaum muslimin untuk memperoleh derajat yang tinggi dan memperoleh kemenangan. Ini berlaku apabila disertai dengan memenuhi persyaratan-persyaratan yang lain. Upaya muslim mengikuti tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW harus dilakukan dengan menghadapi berbagai halangan dan rintangan yang sangat banyak. Banyak pengajaran-pengajaran palsu yang dibuat oleh kaum musyrikin agar muslimin tidak bisa mengikuti tuntunan Allah. Musyrikin benar-benar berusaha agar muslimin dan mukminin tidak bisa memperhatikan pengajaran yang benar yang menyentuh kandungan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Ada pula bakal ditemukan upaya jihad tetapi sebenarnya hanya merupakan dasar ajaran yang benar belum menyentuh kandungan kitabullah. Ada pula pengajaran-pengajaran yang tampak tinggi akan tetapi sebenarnya menyimpang dari tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Sangat banyak halangan yang harus dihadapi oleh kaum muslimin dan mukminin untuk mengenal dan mengikuti ajaran yang menyentuh tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW secara benar. Setiap muslim harus bersungguh-sungguh menggunakan pikiran dan akalnya dengan benar agar dapat mengenali ajaran yang menyentuh tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW secara benar.

Pada kenyataannya, kebanyakan muslimin dan mukminin tidak m3emperhatikan tuntunan Allah dengan benar. orang yang berjuang untuk menegakkan tuntunan Allah dan sunnah Rasulullah SAW seringkali harus tersingkirkan dari masyarakat terkalahkan oleh yang lain, baik yang jahat seperti kaum yang mengaku-aku sebagai kaum yang paling sunnah tanpa mengerti peringatan Rasulullah SAW tentang ajaran yang mereka ikuti, ataupun kaum yang tidak benar-benar mengerti tentang tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW baik karena kurangnya akal ataupun karena kesesatan. Selama orang yang berjihad di jalan Allah menegakkan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW hanya menjadi kaum pinggiran di antara umat islam, umat islam akan berada dalam kehidupan yang sempit dan disempitkan oleh kaum musyrikin. Derajat yang tinggi dan kemenangan itu diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar