Allah telah mengutus Rasulullah SAW ke alam dunia untuk menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia dalam beribadah kepada Allah. Hendaknya seluruh umat manusia mengikuti jejak langkah beliau SAW dengan membentuk akhlak al-karimah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan mengikuti Rasulullah SAW, seseorang akan menemukan jalan untuk kembali kepada Allah menjadi hamba yang didekatkan.
Untuk mengikuti langkah Rasulullah SAW setiap orang beriman harus mencari tuntunan dari kitabullah Alquran. Allah telah menurunkan kitabullah Alquran kepada Rasulullah SAW, dan Allah sebenarnya juga menurunkan penjelasan-penjelasan dan petunjuk-petunjuk terkait dengan ayat-ayat dalam kitabullah Alquran kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dengan berpegang pada tuntunan kitabullah, kaum muslimin akan memperoleh jalan untuk mengikuti langkah Rasulullah SAW.
﴾۹۵۱﴿إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati (QS Al-Baqarah : 159)
Penjelasan-penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah itu sangat bermanfaat untuk mewujudkan pemakmuran di bumi. Penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah berasal dari hakikat-hakikat di sisi Allah, dan hakikat-hakikat itu banyak terhubung dengan fenomena kauniyah yang terjadi di alam dunia, tidak hanya suatu kisah tentang keadaan di alam yang tinggi. Bagian-bagian Alquran yang terhubung dengan fenomena kauniyah di alam dunia merupakan bagian yang diperuntuhkkan utamanya bagi manusia untuk dijadikan jalan untuk melakukan pemakmuran dunia.
Setiap orang hendaknya memperhatikan penjelasan-penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah untuk melakukan pemakmuran bumi, karena firman Allah-lah yang menjadi sumber pemakmuran. Perintah-perintah Allah tidaklah semata-mata berbentuk ketentuan-ketentuan dasar syariat, tetapi ada yang berbentuk amal-amal duniawi terkait dengan keadaan kauniyah. Manakala seseorang yang memperoleh penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang ayat kitabullah, ia dapat beramal mengikuti penjelasan dan petunjuk itu dan apa yang dilaksanakan darinya merupakan amal-amal yang diperintahkan Allah. Apa-apa yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan penjelasan-penjelasan yang diturunkan Allah hendaknya dilaksanakan, dan apa-apa yang akan merusak penjelasan-penjelasan dan petunjuk itu hendaknya dihindari. Amal-amal demikian akan mendatangkan pemakmuran di bumi.
Penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang ayat kitabullah merupakan bentuk petunjuk tertinggi yang dapat diperoleh makhluk Allah. Tidak ada bentuk petunjuk yang lebih baik daripada penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang ayat kitabullah. Ayat kitabullah Alquran itu sendiri merupakan bentuk petunjuk yang tertinggi, maka penjelasan serta petunjuk yang diturunkan Allah terkait suatu ayat Alquran akan membukakan bagi seseorang kandungan dari petunjuk tertinggi itu sehingga seseorang memperoleh penjelasan dan petunjuk yang paling baik. Mungkin terdapat perbedaan derajat di antara penjelasan dan petunjuk demikian yang diberikan kepada setiap makhluk yang menerima, tetapi setiap keterbukaan penjelasan dan petunjuk demikian itu termasuk pada kelompok petunjuk yang paling tinggi.
Mengikuti penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah merupakan petunjuk yang lebih terang daripada mengikuti seseorang yang beramal semata berdasar ayat kitabullah. Tidak jarang seseorang yang beramal berdasar ayat kitabullah sebenarnya tidak terlalu memahami ayat kitabullah yang diamalkannya. Hal ini bukan sesuatu yang buruk, bahkan hal yang baik, tetapi ada perbedaan derajat pemahaman pada orang yang memperoleh penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah. Mereka adalah orang-orang yang memahami tuntunan kitabullah untuk semesta kauniyah mereka, maka mereka melakukan amal-amal yang merupakan perintah Allah, maka ada perbedaan derajat yang sangat banyak antara seseorang yang sekadar beramal dengan kitabullah dengan orang yang beramal berdasarkan penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang kitabullah. Tidak ada orang dengan derajat demikian beramal dengan amal yang bertentangan dengan kitabullah. Adapun amal yang bertentangan dengan kitabullah tidak dapat dikatakan sebagai amal mengikuti tuntunan Allah.
Kadangkala dijumpai orang-orang yang mengikuti petunjuk yang tampak tidak terkait langsung dengan tuntunan kitabullah. Derajat nilai petunjuk demikian harus diukur berdasarkan tuntunan kitabullah. Meninggalkan langkah mengukur ini kadang bisa menjadi sangat berbahaya. Setiap petunjuk yang ditampakkan kepada manusia hendaknya diperiksa dengan tuntunan kitabullah. Mungkin saja suatu petunjuk merupakan bagian dari ayat kitabullah tertentu yang harus diikuti, maka kewajiban mengikuti petunjuk itu berlaku manakala seseorang mengetahui tuntunan kitabullah untuk urusan itu. Seseorang tidak harus mengikuti suatu penglihatan atau pendengaran manakala belum memahami apa yang dicerap inderanya. Atau boleh jadi ada petunjuk dari alam-alam yang tampak tinggi tetapi bukan merupakan kebenaran, maka mengikuti petunjuk demikian akan menjadikan manusia tersesat dari jalan Allah. Ada banyak potensi masalah yang dapat terjadi jika seseorang meninggalkan tuntunan kitabullah.
Kesengsaraan dapat muncul karena orang-orang yang beramal dengan berdasar petunjuk tanpa memeriksa kedudukan petunjuknya dalam tuntunan kitabullah. Bisa saja petunjuk demikian berbenturan dengan penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang kitabullah, maka petunjuk yang diturunkan Allah kemudian menjadi terhambat. Kadangkala suatu penglihatan atau pendengaran menjadikan seseorang bertindak melawan petunjuk Allah maka ia kemudian berbuat kerusakan terhadap keadaan mereka. Suatu kesengsaraan bisa mengikuti orang-orang yang tidak berpegang pada tuntunan kitabullah. Hal demikian itu akan mendatangkan laknat Allah. Orang yang memperoleh penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang kitabullah hanya melaksanakan amal shalih mereka mengikuti tuntunan kitabullah dengan suatu pemahaman terhadap kauniyah mereka, maka mereka akan mendatangkan pemakmuran di bumi. Mungkin ada bagian amal yang bukan merupakan amal shalih tetapi mereka mengetahui bahwa mereka beramal dengan keinginan mereka sendiri, tidak mengatakan amal yang mereka laksanakan semata karena Allah.
Mewujudkan Bayyinah untuk Pemakmuran
Untuk mewujudkan pemakmuran bumi, hendaknya setiap orang berusaha untuk mengikuti penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang suatu ayat kitabullah manakala menjumpainya. Pemakmuran di bumi akan terwujud mengikuti langkah berdasar tuntunan kitabullah. Tanpa mengikuti kitabullah, akan sulit terwujud kemakmuran yang sebenarnya. Suatu masalah seringkali timbul karena suatu kaum tidak mengikuti penjelasan kitabullah atau justru menghambatnya. Manakala terjadi masalah, kaum demikian seringkali kemudian menebak masalah mereka berdasarkan prasangka atau rekaan-rekaan pikiran tanpa melihat akar masalah menurut kitabullah. Rekaan pikiran demikian bisa saja justru menjadi jerat prasangka atas mereka dalam mengenali kehendak Allah tetapi dipandang sebagai kehendak Allah, sedangkan prasangka itu tidak menolong mereka untuk mengenali jalan yang dikehendaki Allah. Kaum demikian dapat berjalan berputar-putar dalam waham sendiri yang dipandang baik tanpa kemampuan mengenali masalah yang sebenarnya terjadi dan tidak mengetahui jalan yang disediakan Allah bagi masalah tersebut. Orang beriman hendaknya tidak terus-menerus hanya mengikuti prasangka dengan mencari pengetahuan tentang keadaan mereka dari kitabullah. Bila mereka mau membaca tuntunan kitabullah yang disampaikan, mereka akan melihat secercah jalan untuk mengenal kehendak Allah. Bila terus mengikuti tuntunan kitabullah secara jujur, mereka akan mengenali kehendak Allah dengan utuh.
Tidak ada keburukan pada langkah orang-orang yang berusaha mengikuti tuntunan kitabullah. Kadangkala seseorang berbuat salah meskipun mengikuti kitabullah, dan sebaliknya dapat berbuat benar tanpa mengetahui landasan dari kitabullah. Salah ataupun benar suatu langkah yang diambil, bila seseorang berusaha untuk mengikuti tuntunan kitabullah ia akan mempunyai hujjah atas kesalahan atau kebenaran yang dilakukannya, dan tanggungannya hanya berupa hawa nafsunya. Bila langkah yang benar dilakukan tanpa landasan pengetahuan kitabullah, kebenaran yang dilakukan itu mungkin hanya berbobot ringan di sisi Allah. Tanggung jawab manusia atas suatu perbuatan tidak hanya ditimbang berdasar benar dan salahnya. Manakala seseorang menentukan sesuatu perbuatan yang harus dilakukan dengan meninggalkan tuntunan kitabullah yang disampaikan, perbuatannya itu akan menjadi pertanyaan yang berat di sisi Allah.
Untuk mengikuti kitabullah, perkataan orang yang mengenal penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang suatu ayat kitabullah akan sangat membantu suatu kaum untuk memahami kandungan kitabullah. Secara khusus penjelasan dan petunjuk itu terutama yang terkait kitabullah, bukan petunjuk dalam bentuk bebas. Penjelasan dan petunjuk yang terkait kitabullah itu kemungkinan besar diturunkan Allah dari sisi-Nya, tidak diturunkan hanya dari suatu alam langit yang derajat kebenarannya belum dapat ditentukan. Boleh jadi orang yang menerima penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang ayat kitabullah demikian tidak benar-benar mengetahui keadaan bumi kecuali sekadar yang diberitakan kepadanya, tetapi penjelasan dan petunjuk itu bisa dijadikan visi pedoman arah bagi setiap orang untuk mengarahkan langkah bersama karena berita itu ada dalam kitabullah dari sisi Allah. Apa yang merusak langkah menuju pedoman itu merupakan kesesatan.
Penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang kitabullah kepada seorang hamba membawa amanah yang harus ditunaikan. Hal itu harus ditunaikan. Tetapi kadangkala seseorang yang memperoleh penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah tentang suatu ayat kitabullah tidak serta merta harus bertugas setelah turunnya penjelasan dan petunjuk itu. Misalnya bila seseorang diberi amanah sebagai pemimpin negara, mungkin saja ia akan diperintahkan melaksanakan amanahnya hanya setelah mi’rajnya atau terpenuhi kondisi-kondisi lainnya. Ia mungkin mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pemimpin negara, tetapi hak dan kewajiban itu belum melekat kepada dirinya. Kemampuan untuk melaksanakan tugas itu mungkin juga tidak diberikan. Tetapi bukan berarti ia boleh menganggur selama masa tunggunya menjalankan amanah. Ia harus beramal shalih dengan berdasarkan penjelasan dan petunjuk yang diberikan kepadanya, tanpa perlu bersikap mengharap datangnya kedudukan atau amanahnya. Demikian pula masyarakat hendaknya tidak mengabaikan perkataannya dalam urusan penjelasan dan petunjuk. Keilmuannya tentang bernegara harus diserukan kepada orang lain agar terbentuk baldatun thayibah wa rabbun ghafur sebagaimana yang dikehendaki Allah. Ia hendaknya melakukan amal shalih tanpa bertujuan mencapai kedudukan sebagai kepala negara dengan usahanya, tetapi bertujuan agar manusia dapat memahami kehendak Allah dalam urusan bernegara, sedangkan ia tidak perlu mengingat kedudukan yang dijanjikan baginya cukup beramal untuk kebaikan bagi semua.
Usaha menyeru manusia untuk melaksanakan urusan Allah hanya dapat dilakukan dengan baik secara berjamaah, karena setiap manusia hanya merupakan pelaksana suatu bagian dari urusan Allah yang sangat besar. Titik tumbuh keberjamaahan itu terletak pada pernikahan. Manakala seseorang tidak membentuk keluarganya untuk memahami dan melaksanakan kehendak Allah, ia tidak akan dapat terhubung dengan umatnya dalam urusan Allah. Kadangkala syaitan merusak keluarga untuk memutuskan hubungan keberjamaahan seseorang. Hal ini akan memutuskan seorang laki-laki shalih untuk terhubung kepada umatnya. Walaupun mungkin ia tetap dapat terhubung dengan para washilahnya hingga kepada Rasulullah SAW, ia tidak dapat terhubung dengan umatnya. Dampak dari terputusnya hubungan keberjamaahan pada titik tumbuh ini sangat besar terhadap keadaan masyarakat. Masyarakat akan mengalami kerugian yang sangat besar manakala titik kritis ini rusak. Dampak buruk ini tetap menimpa walaupun manakala seseorang belum mendapatkan mandat untuk melaksanakan amanah. Bagi orangnya, ia mungkin kehilangan salah satu kesempatan membentuk bayt untuk meninggikan dan mendzikirkan asma Allah.
Manakala suatu penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah terkait ayat Allah dipatuhi oleh hanya segelintir manusia, pemakmuran yang akan terjadi hanya sedikit atau kadang-kadang hanya berada pada tataran wacana pemakmuran tanpa ada realisasi pemakmuran. Masyarakat luas sebenarnya akan terjebak pada masalah kemasyarakatan tanpa suatu pengetahuan tentang langkah yang baik untuk mentas dari masalah mereka. Hal ini merupakan suatu ketentuan manakala suatu kebenaran diabaikan maka masalah akan muncul menjerat manusia. Hal ini merupakan bayangan dari ketentuan manakala suatu penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah terkait ayat kitabullah disembunyikan maka laknat Allah akan menimpa orang-orang yang menyembunyikannya. Pemakmuran akan terjadi manakala umat manusia mengikuti penjelasan dan petunjuk yang diturunkan Allah terkait dengan ayat kitabullah.