Allah telah mengutus Rasulullah SAW ke alam dunia untuk menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia dalam beribadah kepada Allah. Hendaknya seluruh umat manusia mengikuti jejak langkah beliau SAW dengan membentuk akhlak al-karimah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan mengikuti Rasulullah SAW, seseorang akan menemukan jalan untuk kembali kepada Allah menjadi hamba yang didekatkan.
Mendekat kepada Allah harus dilakukan hingga dalam bentuk amal-amal praktis sesuai dengan jati diri setiap manusia. Pengenalan terhadap jati diri bangsa akan sangat bermanfaat bagi umat untuk bisa mengenal jati diri. Setiap bangsa memiliki jati diri yang telah digariskan sejak dahulu kala, dan jati diri seseorang akan terkait dengan jati diri bangsanya. Nusantara misalnya, memiliki jati diri bangsa yang digambarkan sebagai sang merah putih. Apabila nilai-nilai sang merah putih dibangkitkan dengan benar, komponen-komponen bangsa akan lebih mudah mengikuti perkataan-perkataan tentang merah putih karena setiap diri berkepentingan dengan jati diri bersama sebagai bangsa. Nilai-nilai sang merah putih dapat mengarahkan bangsa untuk berbuat yang terbaik.
﴾۲۲۱﴿أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al-An’aam : 122)
Jati diri nusantara merupakan hadiah Allah bagi bangsa Indonesia. Allah akan mengirimkan kepada bangsa Indonesia sesosok orang mati yang dihidupkan kembali untuk berjalan di tengah-tengah mereka. Sosok ini sama sekali tidak bisa ditiru oleh orang lain. Mungkin akan banyak orang yang mengaku-aku tetapi tidak bisa memenuhi persyaratan sebagai sang merah putih. Sang merah putih tersebut adalah orang yang telah mati secara syahid dan dikembalikan Allah ke alam dunia untuk menjadi penuntun bagi umat manusia keluar dari kegelapan dunia mereka. Dengan profil semacam ini, tidak ada orang yang dapat memalsukan identitas sebagai sang merah putih.
Tidak ada orang yang bisa memalsukan diri sebagai sang merah putih, tetapi semua orang bisa menghayati jalan sang merah putih. Hal ini bisa dilakukan dengan menjadikan kitabullah Alquran dan sunnah Rasulullah SAW sebagai petunjuk dalam kehidupan. Cahaya sang merah putih itu sebenarnya adalah pemahaman yang tepat terhadap tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Dengan penghayatan yang benar, seseorang akan mempunyai pengenalan terhadap sang merah putih. Upaya pengenalan dalam urusan ini pada dasarnya merupakan bentuk turunan dari pengenalan terhadap Rasulullah SAW. Sang merah putih merupakan bagian dari risalah yang diemban Rasulullah SAW. Dua kalimat syahadat yang diucapkan oleh setiap muslim sebenarnya menuntut pengenalan muslimin terhadap kedudukan Rasulullah SAW di alam ciptaan Allah. Di antara bagian pengenalan terhadap kedudukan Rasulullah SAW berbentuk pengenalan terhadap sang merah putih. Seseorang yang benar-benar mengenal kedudukan Rasulullah SAW seringkali menemukan kedudukan dirinya sebagai bagian dari sang merah putih. Pengenalan seseorang terhadap sang merah putih menjadi salah satu tanda bahwa seseorang benar-benar mengenal kedudukan Rasulullah SAW sebagai pembawa seluruh urusan Allah.
Amanah Sang Merah Putih
Manfaat utama yang akan ditunaikan oleh sang merah putih adalah menunjukkan kepada umat manusia jalan menuju cahaya Allah, sedemikian umat manusia akan mengetahui persoalan kegelapan yang menyelimuti diri mereka dan memperoleh jalan keluar dari masalah mereka. Cahaya itu sebenarnya adalah pemahaman yang tepat terhadap tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW terkait dengan kauniyah. Sang merah putih itu menunjukkan kepada umat manusia tuntunan kitabullah Alquran dan sunnah Rasulullah SAW terkait dengan alam kauniyah mereka, sedemikian umat manusia memahami kauniyah yang terjadi menurut hakikat dari sisi Allah sedemikian umat manusia mengetahui jalan keluar yang seharusnya ditempuh untuk keluar dari masalah mereka.
Dunia ini pada dasarnya merupakan alam yang gelap, dan akan semakin gelap dengan dosa-dosa yang dilakukan oleh para pendosa. Banyak manusia yang mengikuti langkah-langkah syaitan untuk membangun kemakmuran bagi diri mereka tanpa mempedulikan kebaikan bagi umat secara menyeluruh. Cara-cara demikian akan menambah kegelapan dan kesulitan bagi kehidupan manusia di alam dunia. Misalnya sebagian besar kekayaan bangsa mungkin dikuasai oleh segelintir orang dengan rakus dengan dukungan kekuasaan dan tata hukum yang dibuat untuk mengesahkan penguasaan itu. Hal itu dapat menimbulkan kesulitan bagi kehidupan bangsa secara menyeluruh. Itu adalah contoh kegelapan yang dapat menyelimuti keadaan suatu bangsa, dan amanah sang merah putih adalah menunjukkan manusia kehidupan yang penuh cahaya dan menemukan jalan keluar dari kegelapan itu.
Banyak orang yang mengenal sang merah putih sekalipun tidak bertemu dengannya. Semangat seseorang dalam pencarian terhadap kebenaran akan mendorong mereka untuk mengenalnya, terutama bagi masyarakat nusantara. Para ksatria hindu berbondong ke nusantara untuk menolong jalan sang merah putih. Demikian pula para wali Allah banyak datang ke nusantara untuk mempersiapkan jalan sang merah putih. Kaum muslimin yang benar-benar ingin mengenal dan berjuang untuk kebenaran akan terdorong untuk mengenal sang merah putih. Kebanyakan manusia tidak ingin mengenal dan memperjuangkan kebenaran secara obyektif sehingga tidak terdorong mengarah pengenalan terhadap sang merah putih. Apabila seseorang benar-benar ingin mengenal dan berjuang untuk kebenaran, mereka akan mengetahui bahwa kebenaran mutlak terletak pada apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan kebenaran itu diturunkan kepada umatnya melalui jalan-jalan tertentu di antaranya melalui sang merah putih. Kebanyakan manusia mencari kebenaran hanya melalui prasangka dirinya tentang kebenaran sehingga tidak mengetahui jalan-jalan diturunkannya kebenaran dari sisi Allah, termasuk tidak terdorong mengenal sang merah putih sebagai bagian dari jalan turunnya kebenaran. Sebagian orang terkurung pada suatu waham hingga mengikuti suatu ajaran tanpa menimbangnya dengan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW hingga melupakan langkah berjuang bersama sang merah putih, dan dunia menjadi gelap karena waham mereka.
Bentuk pengenalan seseorang terhadap sang merah putih bisa berbeda-beda. Sebagian wali Allah mengenal sang merah putih hingga mengenal tujuh urusan yang harus ditunaikan, sedangkan sang wali tersebut mengenal urusan dirinya sebagai pendahulu bagi kedatangan sang merah putih, bertugas mempersiapkan umat untuk bisa menggunakan akal masing-masing secara benar sedemikian tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW bisa digunakan sebagai sumber cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Tanpa akal, umat manusia tidak bisa mengetahui cahaya yang diturunkan Allah. Akal setiap manusia harus bisa merasakan kebenaran yang disampaikan kepada mereka dan memahami nilai-nilainya untuk digunakan sebagai bekal melangkah. Itu adalah penguatan akal yang harus disiapkan. Kadangkala manusia merasa menjunjung tinggi Alquran sebagai tuntunan, tetapi mengabaikan kandungan firman-Nya ketika dibacakan karena akal yang lemah. Mereka tidak dapat merasakan kebenaran dan tidak mengetahui nilai kebenaran pada apa yang disampaikan, terkurung oleh waham doktrinasi yang keliru. Hal demikian termasuk problematika akal masyarakat yang harus diatasi oleh wali tersebut untuk sang merah putih, untuk Rasulullah SAW. Sebagian wali Allah yang lain mengenal tujuh urusan yang harus ditunaikan dan ia mengenali urusan dirinya sebagai salah satu bagian dari urusan sang merah putih, dan ia mungkin mengenal urusan-urusan lain bagi sahabatnya yang harus ditunaikan untuk menolong sang merah putih. Sebagian orang mengenal sang merah putih dalam bentuk yang lain, tetapi ia mempunyai pengetahuan hubungan urusan dirinya terhadap sang merah putih. Banyak bentuk pengenalan seseorang terhadap sang merah putih.
Mengenal sang merah putih merupakan salah satu bukti ketepatan pengenalan terhadap kebenaran, sebagai turunan dari pengenalan terhadap Rasulullah SAW. Kadangkala seseorang berjuang untuk suatu kebenaran yang dianggap dari sisi Allah tetapi ia tidak mengetahui tuntunan Rasulullah SAW tentang urusannya, maka pengetahuannya tentang kebenaran itu mungkin hanya pada tingkatan hawa nafsu. Kadangkala seseorang merasa menjadi pengemban perintah Allah sedangkan sebenarnya perbuatannya merupakan maksiyat, maka itu bukanlah kebenaran tetapi tipuan tentang amr Allah. Seseorang yang mengetahui urusan Allah hendaknya meneliti pengetahuannya dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, maka boleh jadi pengetahuannya benar. Pengetahuan yang benar terhadap kehendak Allah akan sesuai dengan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, dan memberikan manfaat dalam melihat kebenaran yang terjadi di alam kauniyah sesuai dengan cahaya Allah. Melihat kebenaran pada alam kauniyah demikian akan berujung pada pengenalan terhadap sang merah putih, karena beliau merupakan pembawa cahaya untuk menerangi manusia dari kegelapan dan menemukan jalan keluar dari masalah.
Merah Putih Sebagai Penanda
Banyak orang merasa berjuang untuk Allah tetapi perjuangan mereka justru menimbulkan masalah bagi umat Islam dan manusia secara keseluruhan. Hal itu menunjukkan kurang tepatnya pemahaman terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Sang Merah Putih merupakan bukti ketepatan pemahaman terhadap ajaran Rasulullah SAW yang perlu dibina pada setiap diri muslimin, sedemikian tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW menjadi cahaya yang menerangi kehidupan umat manusia dalam menempuh kehidupan. Bukti ketepatan seseorang dalam memahami tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW adalah pengetahuan terhadap hakikat yang terkandung pada kauniyah yang terjadi sedemikian manusia memperoleh cahaya dan mengetahui jalan keluar dari masalah mereka. Pengetahuan demikian itulah yang terbina pada diri sang merah putih yang perlu diteladani oleh setiap muslim. Terbinanya pengetahuan yang tepat terhadap tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW akan membukakan cahaya untuk kehidupan di bumi hingga mengetahui hakikat yang terjadi, dan akan menjadikan seseorang mengenal sang merah putih.
Sebagian orang berjuang untuk kebenaran tetapi tidak mengenal kedudukan sang merah putih. Pada tingkatan tertentu, keadaan demikian merupakan kesesatan. Pada tingkatan wali Allah, seluruh wali Allah di nusantara mengenal kedudukan sang merah putih. Mereka ingin mengenal kebenaran dan berjuang untuk kebenaran, sedangkan kebenaran itu diturunkan melalui orang-orang yang telah ditentukan Allah. Mereka mengetahui bahwa kebenaran itu diturunkan pada prinsipnya melalui Rasulullah SAW dan sang merah putih merupakan turunan/bagian dari Rasulullah SAW. Mereka tidak meletakkan kebenaran pada diri mereka sendiri, tetapi pada ajaran Rasulullah SAW. Kebenaran yang diperjuangkan para wali Allah di nusantara terletak pada sang merah putih, bukan terletak pada diri mereka masing-masing. Mereka tidak menyeru manusia kepada dirinya sendiri, tetapi kepada Rasulullah SAW dan sang merah putih sejauh yang mereka kenali. Manakala seseorang melupakan mekanisme penurunan kebenaran itu, mungkin mereka telah meletakkan kebenaran itu pada diri mereka sendiri sehingga mungkin mereka tersesat. Pengenalan terhadap Rasulullah SAW wajib dilakukan oleh setiap muslimin pada setiap tingkatan, dan pengenalan terhadap sang merah putih merupakan penanda tentang benarnya pemahaman terhadap amr Allah. Pada tingkatan tertentu, setiap orang harus mengenal sang merah putih atau bila tidak, mungkin sebenarnya langkahnya telah menyimpang.
Mempelajari kandungan kitabullah Alquran dan sunnah Rasulullah SAW akan menjadi cahaya yang menerangi hingga kehidupan manusia di bumi. Hendaknya setiap orang menyadari hal demikian manakala menuntut ilmu agama, tidak terjebak fanatisme terhadap suatu ajaran tanpa membina suatu pengetahuan terkait kehidupan. Banyak orang terdoktrin dengan ajaran-ajaran yang dikatakan sebagai kebenaran tetapi ajaran itu tidak menjadikan orang-orang yang mengikuti dapat memahami realitas kauniyah mereka dengan benar. Kadangkala ditemukan seseorang menyeru orang lain untuk mengikuti dirinya tanpa menggunakan pikiran. Seringkali seruan demikian dilakukan dengan mengikuti persepsi indera bathin, sedangkan indera bathiniah mereka tidak diarahkan dengan kitabullah Alquran. Setiap orang yang mengikuti ajaran agama hendaknya dapat membina pemahaman terhadap realitas di sekitar mereka dengan pemahaman sesuai dengan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Tanda kebenaran pemahaman demikian adalah seseorang bisa mengetahui jalan keluar dari kegelapan masalah yang melingkupi mereka. Mungkin tidak seluruh realitas dipahami, tetapi setiap orang hendaknya berusaha dapat memahami realitas-realitas yang terjadi dengan tuntunan kitabullah. Dalam keadaan yang buruk, seseorang yang mengetahui jalan keluar tetapi tidak bisa melangkah karena terhalang, bahkan untuk dirinya sendiri.
Hal ini tidak berarti melarang seseorang melaksanakan suatu amal tuntunan agama hanya berdasarkan makna dzahiriahnya saja. Setiap orang boleh beramal sesuai dengan apa yang bisa diketahui dari tuntunan agama, tetapi hendaknya amal-amal yang dilakukan dapat digunakan untuk membina pemahaman terhadap realitas kauniyah sesuai tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Sangat banyak manfaat pada pelaksanaan amal-amal tuntunan agama sekalipun seseorang tidak memahami makna hakikatnya. Di sisi lain, banyak teori-teori kebenaran yang sebenarnya tidak mempunyai landasan dari tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW yang akan menjebak seseorang pada fanatisme. Hal demikian harus dihindari dengan melakukan pemeriksaan teori-teori yang diperoleh dengan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Bila manusia mengikuti teori-teori kebenaran tanpa mengetahui tuntunannya dari kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, akal mereka akan menjadi lemah. Mempelajarai tuntunan agama harus menjadikan seseorang dapat memahami realitas kauniyah sesuai dengan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Itu adalah salah satu nilai dari semangat merah putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar