Pencarian

Kamis, 24 Juli 2025

Menolong Allah

Allah telah mengutus Rasulullah SAW ke alam dunia untuk menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia dalam beribadah kepada Allah. Hendaknya seluruh umat manusia mengikuti jejak langkah beliau SAW dengan membentuk akhlak al-karimah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan mengikuti Rasulullah SAW, seseorang akan menemukan jalan untuk kembali kepada Allah menjadi hamba yang didekatkan.

Mengikuti langkah Rasulullah SAW harus dilakukan dalam bentuk menolong Allah dengan membangun akhlak mulia di atas sifat rahman dan rahim. Allah berkehendak untuk dikenal oleh makhluk sebagai Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan Dia hanya bisa dikenal dengan benar oleh makhluk yang membina diri sebagai makhluk yang pengasih dan penyayang, karenanya menolong Allah hanya dapat dilakukan dengan membina diri di atas kasih dan sayang.

﴾۷﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad : 7)

Menolong Allah hanya dapat dilakukan oleh makhluk dengan memperkenalkan sifat kasih sayang Allah hingga terbentuk tatanan makhluk yang bertindak dengan landasan sifat kasih sayang. Menolong Allah tidak menunjukkan adanya keterbatasan Allah, tetapi merupakan suatu mekanisme yang disediakan untuk mengangkat derajat para hamba Allah hingga seorang hamba bisa menjadi termasuk dalam golongan penolong Allah. Terdapat kelemahan dan keterbatasan yang banyak pada makhluk termasuk dalam hubungan kepada Allah, dan Allah berkehendak agar makhluk-makhluk yang terpilih hadir sebagai penyampai kehendak-Nya kepada makhluk yang lemah dan terbatas. Makhluk-makhluk yang dikehendaki itu hendaknya menjadi para penolong Allah dari golongan orang-orang beriman.

Tindakan di atas landasan kasih sayang adalah perbuatan yang ditujukan untuk memberikan kebaikan bagi orang lain atau masyarakat secara luas dengan cara yang baik. Tindakan demikian yang terbaik dilakukan adalah dengan menimbang suatu keadaan berdasarkan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW serta bertindak sesuai dengan tuntunan. Orang-orang yang tidak mengenal bobot kebaikan atau keburukan dalam suatu perkara tidak benar-benar menunjukkan perbuatan berlandaskan kasih sayang. Mungkin saja perbuatan seseorang benar dan tepat tetapi bobot kebenarannya ringan. Bila ia mengetahui nilai-nilai kemuliaan yang terkandung dalam perbuatan yang dilakukannya, ia akan memperoleh bobot kebenaran yang besar.

Termasuk dalam bertindak berlandaskan kasih sayang adalah bertindak tegas terhadap orang-orang kafir yang merugikan masyarakat secara umum hingga diperoleh kebaikan dalam tatanan bermasyarakat. Yang dimaksud dengan orang kafir adalah orang-orang yang menolak tuntunan yang diturunkan Allah untuk mengikuti kepentingan atau keinginan diri sendiri tanpa mempedulikan keburukan yang timbul bagi masyarakat. Orang-orang yang berusaha mengikuti tuntunan agama tertentu dengan benar tidak termasuk dalam golongan orang kafir yang boleh diperangi, karena mereka termasuk dalam golongan ahlul kitab. Perbedaan tingkat kesadaran terhadap tuntunan yang diturunkan Allah tidak boleh dijadikan alasan untuk menggolongkan seseorang atau suatu kaum sebagai kafirun. Sebaliknya manakala suatu kaum beragama atau memanfaatkan suatu tuntunan agama tertentu secara salah, mereka bisa tergolong pada kafirin. Kaum zionis merupakan contoh orang yang menggunakan tuntunan agama secara salah yang harus diperangi oleh muslimin dan umat manusia seluruhnya.

Secara khusus, menolong Allah hanya dapat dilakukan oleh orang-orang islam dan beriman, tidak dapat dilakukan oleh agama yang lain. Tatanan kemasyarakatan yang sempurna hanya diajarkan dalam ajaran nabi Muhammad SAW, sehingga kemampuan untuk menolong Allah hanya diberikan kepada umat nabi Muhammad SAW. Agama lain secara umum mengajarkan penataan diri setiap manusia, belum menyentuh tatanan masyarakat secara luas. Dalam beberapa hal, terjadi pengubahan-pengubahan pada agama lain yang tidak memungkinkan umat untuk dapat memahami kehendak Allah dengan tepat. Pemahaman yang benar terhadap kehendak Allah tanpa suatu kesalahan hanya dapat dilakukan oleh umat Islam, yaitu dengan memahami tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Hanya orang yang dibersihkan saja yang bisa memahami tuntunan Allah, tidak semua muslimin bisa memahami dengan benar. Manusia yang ingin memahami kehendak Allah dengan benar tanpa kesalahan saat ini hanya bisa melakukannya dengan mengikuti tuntunan kitabullah Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.

Memahami nilai tuntunan Allah terkait tatanan bermasyarakat merupakan bekal utama orang yang berkeinginan untuk menolong Allah. Menolong Allah tidak ilakukan dengan semangat atau fanatisme saja. Tidak semua keinginan baik termasuk dalam kategori menolong Allah, tetapi hanya orang-orang yang mengenal nilai kebenaran dalam tuntunan Allah yang masuk dalam kelompok orang-orang yang diseru untuk menolong Allah. Menolong Allah hanyalah melaksanakan urusan-urusan yang diperintahkan Allah bukan melaksanakan urusan yang muncul dalam pikiran sendiri. Hal ini dapat dipahami dengan kerangka pemahaman misykat cahaya, yaitu orang yang dapat membentuk bayangan kehendak Allah dengan misykat cahaya dirinya. Mungkin pohon thayibah dirinya belum ternyalakan dengan api, tetapi ia telah mengetahui urusan Allah untuk ruang dan jamannya. Urusan yang dikerjakan bukan mencomot sesuatu yang dipandang baik, tetapi dilandasi dengan pengetahuan terhadap kehendak Allah terkait urusan ruang dan jamannya. Pada jaman diutusnya rasul, orang-orang yang mengikuti dan membantu rasul Allah dengan suatu landasan pemahaman terhadap urusan-Nya dapat dikatakan menolong Allah. Tanpa memahami urusan Allah, seseorang belum termasuk dalam kategori penolong Allah. Mungkin bukan dalam konteks buruk, tetapi hanya belum dapat tergolong menolong Allah.

Pada jaman dahulu, menolong Allah dilakukan dengan membantu utusan Allah yang hadir di antara mereka. Di jaman ini, seluruh perbuatan menolong Allah hanya benar dilakukan bila mempunyai landasan dari kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Tidak ada urusan menolong Allah yang keluar dari kedua landasan tersebut. Amal-amal yang terwujud untuk menolong Allah bisa bermacam-macam tetapi seluruhnya terwujud melalui pemahaman terhadap tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Tanpa memahami urusan Allah, seseorang belum termasuk dalam kategori penolong Allah. Pemahaman terhadap tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW hanya benar apabila terjadi melalui hati yang disucikan dan mempunyai keinginan untuk menghamba kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Di antara ciri penghambaan yang sungguh-sungguh demikian adalah pengetahuan kedudukan diri dalam urusan Al-jamaah. Setidaknya orang tersebut mengenal kedudukan Rasulullah SAW dan urusan beliau SAW untuk ruang dan jamannya, dan lebih lanjut ia mengenal wasilah dirinya untuk terhubung kepada urusan Rasulullah SAW. Bila seseorang hanya mengupayakan sesuatu yang dipandang baik tanpa mengenal urusan Rasulullah SAW untuk ruang dan jamannya, ia belum termasuk dalam golongan orang yang menolong Allah. Bila seseorang menyimpang dari penjelasan washilahnya berdasar tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, ia tidak termasuk dalam golongan yang menolong Allah. Melakukan hal demikian telah menjadikan seseorang keluar dari al-jamaah.

Berjamaah Menolong Allah

Menolong Allah akan mewujudkan kemakmuran secara menyeluruh bagi kehidupan di bumi. Saat ini banyak bentuk kemakmuran semu di antara manusia. Sebagian orang hidup kaya raya tanpa memahami nilai-nilai yang berharga dalam kehidupannya, maka itu bisa menjadi contoh orang yang memperoleh kemakmuran semu. Ia mungkin masih akan mengkhawatirkan banyak hal bahkan hartanya sekalipun hingga tidak dapat berbuat baik secara bergembira. Mungkin saja orang tua dan anak sama-sama menjadi orang kaya raya tetapi saling berebut harta pihak lain. Orang-orang yang makmur secara menyeluruh akan bisa berbuat baik kepada orang lain secara riang dan ringan bahkan sekalipun ia dalam keterbatasan. Orang yang menolong Allah akan menyeru manusia untuk mengenal kehendak Allah untuk memakmurkan kehidupan para makhluk. Mungkin tidak seluruh aspek kehidupan dapat dimakmurkan, tetapi amalnya akan memberikan bagian dari pemakmuran di alam dunia.

Dewasa ini, sangat banyak permasalahan dalam masyarakat muncul karena kurangnya orang yang menolong Allah. Banyak ajaran-ajaran yang disisipkan oleh musyrikin hingga umat islam kehilangan nilai dari tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Sekalipun tidak dapat membengkokkan kebenarannya, tetapi umat tidak lagi mengenal tingginya kemuliaan dalam kandungan tuntunan kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Hal demikian menjadikan hanya sedikit orang yang paham bagaimana menolong Allah. Di sisi lain, banyak pula masalah yang muncul bukan karena tidak ada yang menolong Allah tetapi masyarakat tidak memperhatikan orang-orang yang menolong Allah, terutama manakala masyarakat terjebak dalam jalan berpikir pragmatis materialistis. Hanya sedikit orang yang benar-benar berpikir tentang kebenaran, sedangkan kebanyakan umat lebih memilih mengikuti apa yang dikatakan benar tidak berpikir untuk mengikuti yang benar. Kemalasan berpikir atau kemalasan mengikuti pikiran yang benar menjadikan umat tidak menemukan kebenaran yang mengantar mereka memahami keadaan dengan tepat sehingga hanya sedikit orang yang bisa menolong Allah.

Dengan keadaan demikian, para pemikir atau orang-orang yang berjihad di jalan Allah di antara masyarakat banyak yang tidak dihargai dengan selayaknya, tidak memperoleh dukungan secara memadai untuk mewujudkan pemikiran atau jihad-jihad yang mereka lakukan karena tidak mendatangkan materi secara langsung kepada seseorang atau masyarakat. Dunia hiburan di masyarakat yang malas berpikir akan lebih banyak mendatangkan materi bagi para pelakunya daripada bagi para pemikir kebenaran karena para pemilik modal lebih menyukai dunia hiburan yang disukai massa daripada orang-orang yang menggunakan akal. Mereka akan mengalami kehidupan yang sulit karena keadaan ini. Masyarakat akan terhegemoni dengan harta benda materi duniawi yang dikuasai para pemodal. Para sponsor komersial (tidak seluruhnya) mungkin tidak memberikan sumbangan sponsor untuk mendukung tegaknya peradaban tanpa suatu kepentingan tertentu dalam sumbangan mereka. Bila masyarakat tidak membuat suatu sistem yang dapat mendukung peradaban yang berakal, cepat atau lambat bangsa mereka akan menjadi bangsa yang terpinggirkan hingga terjerat penjajahan bahkan oleh bangsa sendiri. Hal ini akan berproses secara alamiah karena watak dunia memang seperti demikian.

Islam sangat mencegah terjadinya marginalisasi peradaban. Di antara jalan menegakkan peradaban berlandaskan akal adalah penggunaan infaq secara benar, dan tidak hanya infaq. Infaq merupakan sumbangan yang diberikan untuk belanja menegakkan agama Allah. Orang yang berinfaq hendaknya memperhatikan penggunaan dari infaq yang dia berikan atau memperhatikan orang yang menggunakan infaqnya agar tidak digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat. Kadangkala seseorang harus memilih pemberian infaq yang paling mendatangkan manfaat manakala infaq bisa diberikan kepada berbagai program yang tampak berguna. Program yang paling bermanfaat bagi umat adalah program dari orang-orang yang memahami kehendak Allah berdasar kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. itu adalah penyaluran infaq yang terbaik.

Para pengelola infaq masyarakat harus berusaha dengan sebaik-baiknya untuk dapat menggunakan infaq yang mereka kelola untuk program-program ataupun individu yang dapat menegakkan urusan Allah, tidak menggunakannya mengikuti hawa nafsu atau untuk kepentingan sendiri. Tanggung jawab pengelola infaq tidak terbatas hanya terkait harta infaq saja, tetapi juga tanggung jawab dalam penyaluran kepada urusan menolong Allah sebagai sabilillah. Keberadaan orang-orang tersia-siakan yang menegakkan urusan Allah akan menjadi tanggung jawab para pengelola infaq, dan masyarakat bisa mempertanyakan hal itu atau mengalihkan infaq mereka secara langsung manakala mengetahui jalan penyalurannya. Penerima dan penggunaan infaq tidak sama dengan penerima dan penggunaan zakat. Infaq tidak dibatasi dengan nilai bagian dari harta, hingga apabila seseorang berkomitmen untuk memberikan sangat banyak bagian dari hartanya hal itu tidak menjadi masalah, atau sebaliknya tidak ada nilai minimal harus diberikan walaupun seseorang mungkin menjadi tercela bila tidak mempunyai rencana berinfaq. Orang yang menjual kehidupannya sepenuhnya untuk Allah mungkin tidak lagi mempunyai bagian harta untuk infaq dan sebaliknya ia merupakan penerima infaq. Hal ini berbeda dengan zakat yang dibatasi dengan jumlah tertentu dari harta.

Sangat banyak hal yang harus diperhatikan agar peradaban manusia tidak termarginalkan, tidak terbatas dalam pemanfaatan infaq saja. Setiap orang beriman hendaknya berusaha untuk menjadi penolong Allah agar terbentuk peradaban yang kuat pada umat manusia dengan membentuk diri sebagai misykat cahaya Allah. Setiap orang yang menolong agama Allah akan menghadirkan peradaban yang baik sesuai dengan bidang amal shalih dirinya. Mereka akan menutup kekurangan atau lubang dalam peradaban yang dibangun dan menyempurnakan peradaban yang telah terbentuk sebelumnya. Pada dasarnya setiap manusia dapat menjadi penolong Allah, tetapi harus melalui proses yang panjang hingga ia benar-benar memahami kehendak Allah dengan tepat. Setiap orang yang menolong Allah akan memberikan kontribusi yang besar bagi umat manusia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar